Kelenteng Ban Hing Kiong Manado
Kelenteng Ban Hin Kiong terletak di Manado, Sulawesi Utara.
Usia kelenteng ini adalah sekitar 300 tahun dan dibangun pada abad ke-18. Ban Hin
Kiong terdiri dari 3 kata, Ban berarti banyak, Hin berarti kelimpahan kebaikan,
dan kiong berarti istana. Menurut para pendirinya ‘keyakinan, orang akan
mendapatkan begitu banyak kebaikan dan keselamatan untuk mencapai keteraturan
kehidupan’.
Kelenteng
Ban Hing Kiong didirikan sekitar 300 tahun yang lampau dengan mengikuti pola
yang diawali dari niat dan hakekat para pendirinya, dimana hal tersebut
tertampil secara fisik pada papan nama yang mencerminkan fungsi dan peran serta
sifatnya yang umum dan luas (universal), yaitu:
- Ban =
Banyak
Suatu Tempat Ibadah yang dibangun oleh umat untuk melaksanakan berbagai Upacara
Suci, Upacara Sembahyang, Menunaikan Ibadah Agama Bagi Kepentingan Umat
Manusia.
- Hing =
Berkah Yang Berlimpah
Suatu Tempat Ibadah yang mempunyai nilai-nilai relijius untuk memuliakan nama
Tuhan dalam menangkal terhadap kuasa gelap dan segala gangguan yang merugikan
Umat Manusia serta alam lingkungannya, agar senantiasa tercipta jagad yang
tertib teratur dan damai mendatangkan berkah yang berlimpah bagi Umat Manusia.
- Kiong =
Istana
Suatu Tempat Ibadah yang dibangun sebagai Istana Tuhan untuk menghadirkan-Nya
dan merupakan perwujudan Istana Langit di muka bumi berdasarkan tata krama yang
sama dengan pola arsitektur yang diambil dari Alam Semesta dalam mewakili Jagad
Raya dan waktu yang disucikan, merupakan perwujudan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
Corak khas yang diwujudkan melalui simbol-simbol yang ada di
Kelenteng Ban Hing Kiong mampu menghantarkan kepada kita pesan-pesan yang
dibawanya, bahkan perlambangan dari simbol tersebut merupakan pernyataan yang
sekaligus adalah pesan-pesan Suci yang berbicara kepada kita secara nyata.
Diawali dengan langkah pertama saat menginjak lantai yang
agak tinggi di bawah gapura berarti dari kehidupan duniawi menuju kehidupan
suci sehingga jalan yang dilalui dari sempit menuju luas. Hal ini terlihat pada
bentuk halaman Kelenteng Ban Hing Kiong yang awalnya sempit kemudian melebar
yang bermakna Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menolong umatNya dengan
memberikan jalan keluar dikala kesusahan. Diatas atap terdapat palang yang
berbentuk perahu dalam pengertian rohani adalah perahu penyelamat bermakna
Tuhan dan Dewa Dewi senantiasa menolong, melindungi dan menyelamatkan umat
manusia.
Dalam pengertian ibadat adalah SIN yang maknanya Hati
Nurani, artinya manusia harus sungguh-sungguh dengan hati dan pikiran yang
bersih dan luhur melaksanakan ibadahnya serta senantiasa memupuk kebajikan
sebagai bekal bagi kehidupannya nanti.
Pada pintu kiri & kanan terdapat tulisan Hong Tiau U Sun
Kok Thay Ping An yang bermakna hujan dan angin selaras rakyat dan negara aman
tentram. Disisi kiri & kanan pada kam terdapat dua pintu kecil menuju ruang
belakang terdapat tulisan umur panjang setinggi gunung, rejeki sedalam lautan
yang bermakna, laksanakan ibadat dengan benar maka berkah dan karunia akan
diperoleh.
Melewati pintu samping akan ditemukan ruang kebaktian sebagai ruang
penerangan batin di dalam mempelajari Ajaran Tri Nabi Agung yang berada pada
ruang belakang lantai dua serta menghayati sikap Welas Asih dari para
Dewa-Dewi, yang berada di ruang belakang lantai tiga, juga sebagai tempat untuk
merenungkan akan perilaku kita pada sesama dan agar boleh tetap berada di jalan
yang benar.

Dari uraian diatas jelas mencerminkan nilai-nilai Agama
melalui perlambangan dan simbol dalam melahirkan ungkapan-ungkapam spritual
maupun ritual sehingga dapat diumpamakan Tempat Ibadah Tridharma adalah sebuah
Kitab Suci yang terbuka dan senantiasa memancarkan sinar kemuliaan dari Tuhan.
Kelenteng Ban Hing Kiong Manado
T.I.T.D. Ban Hing Kiong Manado
Jl. D.I. Panjaitan
Manado – Sulawesi Utara – 95122
Telp. (0431) 851657
sumber : kelenteng[.]com
Komentar
Posting Komentar