Cuaca Laut Ekstrim, Kapal Penumpang Dan Nelayan Diminta Tak Melaut

Manado - Cuaca yang terbilang ekstrim di Sulawesi Utara (Sulut) beberapa hari terkhir ini, bahkan mengakibatkan sejumlah bencana banjir bandang dan tanah longsor dibeberapa Kabupaten/Kota di Sulut, yang hingga kini berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah memakan puluhan korban jiwa.

Cuaca ekstrim yang pertama kali dalam beberapa tahun terkhir ini tak hanya di darat, di laut pun lebih parah lagi, hal ini ditunjukan dengan adanya gelompak besar di laut yang ketinggiannya rata-rata mencapai 5 meter.

Citra satelit cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah indonesia
Citra satelit cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia.
Saat ditanyai soal tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Dr. Djouhari Kansil MPd mengatakan, pihaknya melalui Instansi yang terkait telah mengingatkan kepada pemilik kapal dan nelayan untuk tidak melakukan perjalanan laut untuk menghindari kecelakaan di lautan. "Kita sudah memasang benderah hitam yang bergambar tengkorak, baik di Pelabuhan Manado maupun dibeberapa tempat lainnya, itu tanda larangan untuk melakukan perjalanan laut, melihat kondisi laut yang dapat membahayakan," ungkap Kansil usai menghadiri Peringatan HUT Gubernur Sarundajang yang ke-69 di ruang Mapalus Kantor gubernur Sulut. Kamis (16/01).

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Setda Provinsi Sulut Joy Oroh mengakui, telah menghimbau seluruh pemilik transportasi laut antar pulau di Sulut maupun antar pulau di luar Sulut untuk tidak melakukan perjalanan dalam beberapa hari kedapan hingga cuaca ekstrim meredah.

"Kami sudah menghimbau kepada seluruh pemilik kapal untuk tidak melakukan perjalan laut dalam 2 hingga 3 hari kedepan, sebab cuaca laut sangat ekstrim," beber Oroh yang ditemui di lobi kantor Gubernur Sulut. Rabu (15/01) kemarin.

Dia mengungkapkan, Dishub dan kominfo hingga kini terus melakukan koordinasi dengan Instansi terkait lainnya untuk melakukan pemantaun cuaca di Sulut dalam beberapa hari kedepan. "Kita berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau terus situasi alam di Sulut," kuncinya.

Sumber: Metromanado

Comments

Popular posts from this blog

Ancaman dan Keamanan pada Sistem Operasi